Esai

Membaca Keistimewaan Jogja melalui Kaca Mata Gemi, Nastiti, Ngati-Ati

Manifesto Gerilya Ruhani Menentang Involusi Kultur di Era Disrupsi "Jogja bukan sekadar sebuah koordinat geopolitik di atas peta Pulau Jawa, bukan pula barisan tiang lampu...

Nenek Moyangmu Adalah Pelaut Pertama di Bumi

Dan Ilmu Pengetahuan Barat Baru Mau Mengakuinya Setelah 51.200 Tahun Izinkan saya mulai dengan satu fakta yang seharusnya membuat kita semua berhenti sejenak dan menarik...

Lowita, Suatu Malam yang Akan Datang

Pada mulanya adalah pasir. Hangat, kadang terlampau hangat, menyimpan telur-telur yang rapuh dan bulat seperti bulan yang jatuh. Di Pantai Lowita, seekor penyu betina...

Ketika Bayang-Bayang Vredeburg di Atas Hamparan Pasir Pantai Alun-Alun Utara

Dekonstruksi Sasmita Ruang: Ketika Aksara Keistimewaan Menggusur Suara Abdi Dalem Jika pasir adalah pembatas fisis yang melelahkan kaki dan pagar besi adalah jeruji spasial yang...

Ketika Kraton Tanpa Tradisi Gerebeg

Manifesto Dekonstruksi Kosmologi Mataram Islam, Desakralisasi Ruang Publik, dan Kiamat Kebudayaan di Jantung Jawa Gerebeg adalah saat di mana Manunggaling Kawula-Gusti mengejawantah dalam riuh keringat...

Pakubuwana VIII :Politik Sunyi di Tengah Dekonstruksi Kolonial Mataram (1858–1861)

Pendahuluan:Raja yang “Tidak Melawan” atau Raja yang Sedang Menyelamatkan Sisa Peradaban? Dalam historiografi kolonial, Pakubuwono VIII sering muncul hanya sebagai catatan kaki sejarah: raja tua,...

‎Belajar Ekologi Transenden dari Orang Papua

‎‎Salah satu kearifan ekologis yang sangat mendalam dari masyarakat adat Papua adalah pandangan bahwa tanah ini milik Tuhan, dianugerahkan kepada manusia, dan karena itu...

Dopamin Jogja

Jogja selalu menyenangkan. Selalu kurindukan. Tubuhku seperti merilis sejenis hormon yang tak bernama—mungkin sejenis dopamin yang disuling dari hujan senja, dari asap angkringan, dari...

Arya Penangsang: Membaca Ulang Seorang Pewaris Demak

Selama lima abad, nama Arya Penangsang dikubur di bawah satu kata, pemberontak. Ia digambarkan sebagai tokoh berdarah panas, ambisius, dan penuh dendam yang membawa...

Kotagede Bukan Background Foto

Ibu Kota Islam Pertama Mataram yang Masih Bernapas dan Terus Dieksploitasi Setiap pagi di Kotagede ada dua jenis manusia yang berjalan menyusuri lorong-lorong sempitnya. Yang...

Artikel Populer