Melacak Jejak Angin di Atas Aspal Jalanan Yogya
Pada dekade 1970-an, ketika malam merambat turun menyelimuti Malioboro, sebuah ruang jalanan tidak sekadar berfungsi sebagai urat...
Ada yang selalu saya temukan setiap kali menggali tanah di bekas pusat nagari besar : lapisan abu, lapisan kekosongan lalu, selalu lapisan kehidupan baru...
"Ketika indikator Scopus disembah sebagai berhala baru, universitas berhenti melahirkan pemikir dan mulai mengoperasikan mesin pencetak hantu intelektual."
Retaknya ontologi dan cadaver intelektual di Copenhagen
Skandal...
Saya tinggal di Kotagede. Sudah lama. Cukup lama untuk tahu bahwa orang yang paling tidak mengenal Kotagede biasanya adalah orang yang paling sering mengunjunginya,...
Tanyakan kepada warga Yogyakarta di mana mereka tinggal. Mereka akan menjawab: Kauman. Prawirotaman. Ketanggungan. Suronatan. Nagan. Siliran. Bugisan. Dhaengan. Mergangsan.
Lalu tanyakan satu pertanyaan lagi:...
Sauvet, Nerja, dan Bahaya Euforia: Sebuah Peringatan yang Sudah Terlambat untuk Diabaikan
Saya menulis artikel pertama seri ini ketika hampir tidak ada suara lain yang...
Izinkan saya mengulang sebuah pertanyaan yang seharusnya sudah lama ditanyakan: berapa banyak dari jutaan orang yang berjalan di sepanjang Malioboro setiap tahunnya yang benar-benar...
Menggali Radikalitas Philosofische Grondslag, Membongkar Penjinakan Birokrasi, dan Menyalakan Kembali Api 1 Juni
Ketika Guntur 1 Juni Dibalsem Menjadi Mumi
“Di bawah langit yang dikunyah syahwat...
Membedah Ketegangan Eksistensial Ruh Kebangsaan di Meja Kekuasaan
Hari ini, 1 Juni 2026, podium-podium seremonial di seluruh penjuru negeri kembali bising oleh parade retorika. Para...
Kerajaan yang selama berabad-abad memainkan peran dominan dalam jaringan perdagangan Selat Malaka sering kali masih diposisikan sebagai 'penerima peradaban'. Pandangan ini layak dikaji ulang...