Esai

Sastra Malioboro dan Presiden Umbu Landu Paranggi

Melacak Jejak Angin di Atas Aspal Jalanan Yogya Pada dekade 1970-an, ketika malam merambat turun menyelimuti Malioboro, sebuah ruang jalanan tidak sekadar berfungsi sebagai urat...

Ruwat Nagari: Negara Kita Punya Banyak Upacara tapi Belum Punya Keberanian untuk Meruwat

Ada yang selalu saya temukan setiap kali menggali tanah di bekas pusat nagari besar : lapisan abu, lapisan kekosongan lalu, selalu lapisan kehidupan baru...

Riset Palsu dan Ekosistem Akademik di Era Disrupsi

"Ketika indikator Scopus disembah sebagai berhala baru, universitas berhenti melahirkan pemikir dan mulai mengoperasikan mesin pencetak hantu intelektual." Retaknya ontologi dan cadaver intelektual di Copenhagen Skandal...

Membaca Kota Yogyakarta (V): Kotagede, Ibu Kota yang Ditinggalkan tapi Tidak Pernah Mati

Saya tinggal di Kotagede. Sudah lama. Cukup lama untuk tahu bahwa orang yang paling tidak mengenal Kotagede biasanya adalah orang yang paling sering mengunjunginya,...

Membaca Kota Yogyakarta (Seri IV): Nama Kampung adalah Dokumen Sejarah

Tanyakan kepada warga Yogyakarta di mana mereka tinggal. Mereka akan menjawab: Kauman. Prawirotaman. Ketanggungan. Suronatan. Nagan. Siliran. Bugisan. Dhaengan. Mergangsan. Lalu tanyakan satu pertanyaan lagi:...

Paris Sudah Bicara, Mengapa Jakarta Masih Diam?

Sauvet, Nerja, dan Bahaya Euforia: Sebuah Peringatan yang Sudah Terlambat untuk Diabaikan Saya menulis artikel pertama seri ini ketika hampir tidak ada suara lain yang...

Membaca Kota Yogyakarta (Seri III): Tujuh Perhentian di Sepanjang Sumbu Filosofi

Izinkan saya mengulang sebuah pertanyaan yang seharusnya sudah lama ditanyakan: berapa banyak dari jutaan orang yang berjalan di sepanjang Malioboro setiap tahunnya yang benar-benar...

Membaca Pikiran Bung Karno: Pancasila Sebagai Pencetus Revolusi

Menggali Radikalitas Philosofische Grondslag, Membongkar Penjinakan Birokrasi, dan Menyalakan Kembali Api 1 Juni Ketika Guntur 1 Juni Dibalsem Menjadi Mumi “Di bawah langit yang dikunyah syahwat...

Karnaval Kosmetik 1 Juni dan Pekatnya Kopi Nusantara

Membedah Ketegangan Eksistensial Ruh Kebangsaan di Meja Kekuasaan Hari ini, 1 Juni 2026, podium-podium seremonial di seluruh penjuru negeri kembali bising oleh parade retorika. Para...

Sriwijaya Bukan Murid India: Membongkar Mitos Nusantara sebagai Penerima Peradaban

Kerajaan yang selama berabad-abad memainkan peran dominan dalam jaringan perdagangan Selat Malaka sering kali masih diposisikan sebagai 'penerima peradaban'. Pandangan ini layak dikaji ulang...

Artikel Populer