Sastra

Rendra, Cinta, dan Puisi: Menafsirkan Teks dan Konteks Kepujanggaan Sang Penyair

Di jagat sastra Indonesia, nama WS Rendra bukanlah sekadar nama seorang penulis; ia adalah sebuah kata kerja, sebuah gerakan, dan sebuah fenomena ontologis. Jika...

Sastra Persia dan Penyair-Penyair yang Pantang Menyerah

Membaca sastra Persia bukanlah sekadar menelusuri barisan alfabet yang menari di atas perkamen, melainkan sebuah ziarah menuju pusat Epistemologi Rindu. Di negeri di mana...

Monolog Bende Mataram

Di bawah kungkungan langit Alas Mentaok yang masih basah oleh keringat purba, aku berdiri sebagai sebuah anomali. Di tanganku, pemukul kayu yang terbuat dari...

Menjaring Lailatul Qadar

Malam itu, Marunda bukan lagi sekadar koordinat di utara Jakarta yang pengap oleh debu pelabuhan dan amis ikan yang membusuk. Ia adalah sebuah samudera...

Matinya Sang Mata-Mata

Langit Teheran adalah sepotong tembaga yang berkarat, memuntahkan hujan berupa kunci-kunci gudang peluru yang tak lagi punya lubang. Di atas menara Markas Besar Garda...

Puasa di Dalam Puasa

Di koridor Pesantren Al Fatimiyyah, Krapyak, waktu tidak bergerak mengikuti dentang jam dinding, melainkan mengikuti ayunan langkah sarung yang bergesekan dengan lantai ubin tua....

Puasa Bersama Sayyidina Ali

Sang Pemetik Cahaya Langit Kufah malam itu bukan lagi hamparan hitam, melainkan samudera zamrud yang bergejolak. Aku, Sang Pencari Rahasia, berdiri di tepian waktu, membawa...

Angpao dari 9 Naga

Klenteng Lasem malam itu seperti tidak berdiri di atas tanah, melainkan terapung di atas genangan teh krisan yang meluap dari cangkir-cangkir porselen dinasti yang...

Kita Semua Akan Pulang

Gerimis di Taman Makam Pahlawan Kalibata senja itu tidak turun sebagai air, melainkan sebagai butiran huruf-berhuruf alfabet yang dingin dan bisu. Aku berdiri di...

Buku Nasab Sang Raja

Di jantung Kraton Kasultanan Mataram, waktu tidak lagi berdetak; ia merayap serupa sanca emas yang melilit pilar-pilar jati purba. Matahari di atas Bangsal Kencana...

Artikel Populer