3 Agustus
KEKASIH
cerita bermula ketika para dewa, yang iri kepada gairah nafsu manusia, menghukum Zhinü penenun dan kekasihnya, yang namanya tidak lagi diingat. para dewa meretas pelukan yang menyatukan mereka, dan mengutuk mereka dalam pengasingan. sejak itu, masing-masing tinggal di dua sisi Bima Sakti, sungai selestial maha luas yang tak terseberangi.
tetapi setahun sekali dan hanya satu malam saja, pada malam ketujuh di bulan ketujuh, yang dicabik dirajut kembali.
Burung-burung murai mengulurkan tangan, lebih tepatnya sayap. dengan menyatukan sayap, mereka membentuk jembatan untuk perjumpaan malam itu.
penenun, pembordir, dan penjahit di seluruh Cina memegang jarum dan peniti, berdoa agar hujan tidak turun.
jika tidak hujan, Zhinü penenun berangkat. baju yang dipakainya yang akan segera dilepasnya, adalah adikarya tangannya.
tetapi jika hujan turun, murai-murai tidak akan datang, tidak akan ada jembatan di langit yang akan merajut yang tadinya diurai, dan di bumi tidak akan ada festival untuk merayakan seni dari alat tenun dan jarum.
Keterangan: Diterjemahkan oleh Wardah Hafidz, dimuat atas izin penerjemah.

