Zionisme, Ideologi Licik dan Kejam (Renungan Jumat)

Zionisme ideologi yang sangat licik dan sadis. Warga Israel yang kritis mengatakan: “identititas mereka dari kecil dikaitkan dengan Israel, sehingga setiap kritik terhadap Israel dipahami sebagai existential threat.” Karena merasa eksistensinya terancam, rumah sakit dihancurkan, kota dihancurkan, sebuah bangsa di genosida. Kemajuan dari suatu peradaban yang besar seperti Iran dianggap ancaman. Kritisnya dianggap ancaman eksistensial.

Sebagai muslim Indonesia dan nahdhiyyin pada khsusunya kita ditipu dengan radikal radikul yang sebenarnya dirancang zionis untuk pembenaran genosidanya di timteng, juga masyarakat muslim yang tentu saja tidak akan diam melihat pembunuhan terhadap warga Palestina dan perluasan wilayah. Semua sudah disiapkan zio degan baik: “mereka jahat sehingga layak dibunuh, layak digenosida.” Akibatnya dunia diam.

Bahkan dalam pemberitaan terakhir yang valid, tentara IDF menggunakan anjing untuk memperkosa tahanan Palestina. Zionisme yang kejam dan merasa terancam juga yang melatarbelakangi dibuatkan aturan hukuman mati untuk warga Palestina yang dianggap teroris dan membahayakan Israel. Dan Israel menganggap semua warga Palestina teroris karena protes mereka pada kependudukan Israhell.

Jangan mau ketipu narasi narasi zionis!! Enough is enough!

Ideologi Zionis ini tdk bisa dihadapi tanpa awaraness yang dalam, dan hati nurani. Tdak bisa dihadapi dengan pidato we choose Rahmah di mimbar mereka atau bernyanyi lagu agama dalam acara kebaktian mereka karena percaya bisa mempengaruhi mereka, atau di mimbar-mimbar NU, yang tidak memerlukannya karena nahdhiyyin sudah sangat toleran. Mindset nahdhiyyin perlu dibersihkan dari narasi radikal radikul dan variasinya dari yang merupakan infiltrasi zionis agar bisa jernih melihat liciknya ideologi zionis.

Obatnya adalah kepedulian kepada Palestina, kepedulian kepada GaZa, West bank dan Lebanon, yang tak habis-habis mengalami ketertindasan. Dengan kepedulian ini, ZIonisme bisa dicabut seakar-akarnya.

KH. Dr. Yasir Alimi
KH. Dr. Yasir Alimi
Dosen UNNES, Semarang, Wakil Ketua PWNU Jateng 2018-2023, Mustasyar NU Jatisari .

Related Articles

Artikel baru