Semalam Usman bermimpi
Mendengar tawa terbahak
Nyaring bikin telinga pekak
Suara siapakah gerangan?
Usman bingung
Bukan senang
Bukan gembira
Bukan bahagia
Tawa menertawai
Hei yang tertawa, kau itu siapa?
Usman bingung hampir gila
Tak ada sepatah pun jawaban
Tawa semakin lantang
Ha Ha Ha Ha Ha Ha
Kau siapa?!
Ia kesal
Si Usman
Hei Usman!
Apa yang kau kesalkan
Tanpa aku kau tiada
Kucipta pemulamu dari segumpal lempung
Lalu kucipta pendamping dari bagian dirinya
Apakah Engkau Sang Pencipta?
Tuhankah?
Tersadar takut Usman bertanya gagap
Mengapa Kau tertawa?
Bingung tiga perempat gila
Kutertawa melihat dirimu
Bangsamu
Negaramu
Pemimpinmu
Apakah kami lucu?
Sehingga Kau tertawa
Apakah kami hina?
Sehingga Kau tertawai
Kutertawa lihat kamu yang lupa berkaca
Kutertawa lihat bangsamu yang lupa pakai mata
Kutertawa lihat negaramu yang lupa keadilan
Kutertawa lihat pemimpinmu yang lupa menyejahterakan rakyatnya
Dan kutertawai rakyatnya yang lupa punya kepala
Usman terpana bisu
Tak sanggup sepatah pun berkata
Sampai matari pagi menyinari mata

