YOGYAKARTA – Suasana pagi di Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPM) Aswaja Nusantara, Mlangi, Sleman, pada Kamis (25/9/2025) akan tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 08.30 pagi, halaman pesantren yang biasanya dipenuhi aktivitas santri, akan diramaikan oleh kedatangan puluhan mahasiswa dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Kampus Tapah, Malaysia.
Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan silaturahmi, tetapi untuk mengikuti Program Pengantarabangsaan Khidmat Masyarakat: Jiwa UiTM, Jiwa Global. Program ini menjadi ruang temu antara tradisi epistemologi pendidikan Pesantren Aswaja Nusantara Mlangi dengan dunia akademik kampus internasional, sebagai ikhtiar untuk berkontribusi mencari sosial terhadap ketidakadilan ekonomi.
Rangkaian acaranya akan dimulai dengan pembukaan dengan dengan sambutan hangat. Setelah pengacara majlis memberikan ucapan alu-aluan, hadirin bersama-sama melantunkan selawat dan salam. Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara kemudian akan memberikan sambutan, disusul oleh wakil Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, serta perwakilan dari UiTM sendiri. Suasana penuh kekeluargaan tentu akan terasa, memperlihatkan semangat kolaborasi lintas negara.
Memasuki sesi utama, para peserta disuguhi perkongsian ilmu (sharing akademik). Wakil pesantren akan memaparkan pandangan mengenai nilai-nilai keilmuan yang berakar pada tradisi Islam Nusantara. Sementara itu, pihak UiTM melalui Fakulti Perakaunan juga akan membahas pentingnya disiplin ilmu akuntansi dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera. Mahasiswa UiTM juga akan ikut serta dengan membentangkan projek mereka, menampilkan gagasan ekonomi kreatif dan akuntansi sosial. Unit Kepimpinan Pelajar UiTM turut menambahkan perspektif tentang peran generasi muda dalam kepemimpinan.
Selepas perkongsian ilmu, peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti Edu-Challenge. Kegiatan ini berlangsung interaktif selama satu jam lebih, mempertemukan mahasiswa Malaysia dengan santri PPM Aswaja Nusantara. Tantangan pendidikan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, melatih kepemimpinan, sekaligus membangun kerja sama lintas budaya. Gelak tawa, diskusi hangat, dan semangat kompetisi akan diusahakan dihadirkan hadir dalam wajah para peserta.
Menjelang tengah hari, program akan dilanjutkan dengan penyampaian sedeqah ikhlas dari pihak UiTM kepada pesantren. Selain itu, turut diberikan sijil penghargaan dan cenderahati kepada Pesantren Aswaja Nusantara, Universitas Islam Indonesia, serta para sukarelawan yang mendukung acara. Momen ini akan disambut hangat, menandai ikatan persaudaraan yang semakin erat antara kedua institusi.
Dalam rilis, Pengasuh PPM Aswaja Nusantara akan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama nyata dan berkelanjutan. “Pesantren dan kampus memiliki kekuatan epistemologi masing-masing. Jika disinergikan dan kolaborasikan, insya Allah akan melahirkan model ekonomi yang adil, Solusi terhadap ekonomi ribawi selama ini yang menghegemoni system ekonomi nasional dan global, dan membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Wakil UiTM Cawangan Perak juga akan menekankan pentingnya kerjasama antar mahasiswa ASEAN. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa belajar bukan hanya teori, tetapi juga nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan tanggung jawab global. Pendidikan seharusnya menjadi jalan untuk mewujudkan keadilan ekonomi,” ungkapnya.
Acara kemudian akan ditutup dengan ucapan penutup, sesi bergambar bersama, dan jamuan makan siang. Seusai santap bersama, peserta melaksanakan solat Zuhur berjemaah di masjid, lalu bersurai dengan penuh rasa syukur dan harapan akan pertemuan berikutnya.
Program yang berlangsung setengah hari ini bukan hanya mempertemukan mahasiswa Malaysia dan santri Indonesia dalam forum akademik, tetapi juga menghadirkan pengalaman nyata tentang bagaimana tradisi pesantren dan ilmu kampus dapat bersatu untuk mewujudkan keadilan ekonomi dan solidaritas global.

