Haflah Tasyakkur ke-7 PPM Aswaja Nusantara: Menanamkan Integritas dan Ruh Perjuangan

MLANGI, SLEMAN –Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPM) Aswaja Nusantara menggelar acara puncak Haflah at-Tasyakkur lil-Ikhtitam ke-7 pada malam penuh keberkahan, Sabtu, malam Ahad, 7 Februari 2026 di Mlangi, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum tasyakkur atas proses panjang setahun pendidikan santri sekaligus refleksi atas ikhtiar pesantren dalam menanamkan nilai-nilai Ahlus-Sunnah wal-Jamaah an-Nahdliyah di tengah tantangan zaman.

Haflah ini dihadiri sejumlah tokoh ulama dan pemuka agama. Tampak hadir KH Muhibbul Aman Aly, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Besuk, Pasuruan, sekaligus salah satu Syuriah PBNU, yang memberikan mau‘idhah hasanah. Hadir pula KH Mas’oed Mashduqi, Rais Syuriah PWNU DIY, Prof. Dr. Tamyiz Mukharrom, Lc, ketua Yayasan Nur Iman dan masyayikh Masjid Pathok Negoro Mlangi, KH Rifqi Aziz Maksum, Katib Dewan Syuro PKB DIY, KH Darul Azka, Pengurus LBM PBNU, KH Fahmi Basya, ketua Takmir Masjid Pathok Negoro Mlangi, Kyai Handanuddin, Kyai abdi dalem Kraton Ngayogyokarto,  Kiai Ihsanuddin, mursyid thariqah Syadziliyyah,  yang memimpin pembacaan tahlil, sejumlah kyai lainna, dan Sukron Arif  Muttaqin, dewan DPRD Sleman Fraksi PKB, dan lainnya. Selain itu, acara juga dihadiri para dewan asatidz, wali santri, alumni, dan masyarakat sekitar.

Gus Muhammad Mustafid dan istri bersama para Kiai dan tamu undangan, berfoto dengan KH Muhibbul Aman Aly (Sumber: Dokumen Redaksi)

Rangkaian acara diawali dengan lantunan solawat oleh tim hadrah pesantren Aswaja, yang menciptakan suasana religius dan penuh kekhidmatan. Solawat menjadi pembuka yang mengikat batin hadirin, sekaligus penanda bahwa haflah merupakan majelis Syukur, refleksi, dan mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW.

Acara kemudian dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan hafalan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an  yang dibawakan oleh santriwati tahfiz PPM Aswaja Nusantara. Dalam simaan tersebut dibacakan Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Mulk. Simaan Al-Qur’an menjadi simbol kesungguhan santri dalam menjaga hafalan sekaligus menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan fondasi utama pendidikan di pesantren.

Selain simaan, santri kelas Jurumiyah menampilkan muhafazah Kitab Tasrif Shorof Mlangi, karya Mbah Kyai Nur Iman. Kitab ini merupakan bagian dari tradisi keilmuan pesantren Mlangi yang menekankan penguasaan ilmu alat, khususnya shorof, sebagai kunci memahami kitab-kitab turats. Penampilan ini menunjukkan kedisiplinan santri dalam menghafal dan memahami kaidah bahasa Arab, sekaligus memperlihatkan kesinambungan tradisi intelektual pesantren.

Prosesi utama acara diawali dengan tawasul Al-Fatihah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat, dan dilanjutkan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Ihsan. Tahlil dipanjatkan untuk para masyayikh, guru, orang tua, serta kaum muslimin dan muslimat, sebagai bentuk penghormatan dan doa atas jasa mereka dalam perjuangan perjalanan pendidikan santri.

Penampilan para santri dalam Haflah Tasyakkur ke – 7 PPM Aswaja Nusantara (Sumber: Dokumen Redaksi)

Dalam sambutannya, Gus Muhammad Mustafid menegaskan filosofi di balik nama Aswaja Nusantara.  Pengasuh PPM Aswaja Nusantara itu menjelaskan bahwa santri harus memiliki dua pilar utama dalam kehidupan.Pertama, berpegang teguh pada Islam yang benar, pada kebenaran, integritas (ahlus-sunnah), yakni memiliki ideologi, jati diri, nilai, dan prinsip yang kokoh dalam bersikap, berkata, dan bertindak.  Kedua, memiliki kolektivitas (ahlul-jama’ah), mengikatkan diri pada perjuangan bersama. Kader santri Aswaja seharusnya memiliki kemampuan berorganisasi dan berjuang secara bersama demi kemaslahatan umat, bukan berjalan sendiri-sendiri. Santri harus dibekali kompetensi kepemimpinan perubahan, vanguardist, yang dipersenjatai dengan teknikalitas organisasi.

Gus Muhammad Mustafid dan keluarga berfoto bersama KH Muhibbul Aman Aly (Sumber: Dokumen Redaksi)

Sementara itu, dalam mau‘idhah hasanahnya, KH Muhibbul Aman Aly menjelaskan bahwa tradisi haflah atau imtihan memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an sebagai ungkapan kegembiraan atas nikmat ilmu. Ia menekankan pentingnya akhlak, adab, keberkahan, dan kesinambungan sanad keilmuan dalam proses belajar. KH Muhibbul Aman Aly juga mengapresiasi Mlangi sebagai ekosistem pesantren yang unik, di mana dalam satu dusun tumbuh dan hidup berdampingan belasan pondok pesantren secara harmonis.

Acara Haflah At-Tasyakur Lil Ikhtitam ke-7 PPM Aswaja Nusantara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kiai Mas’ud (Rais Syuriah PWNU DIY). Doa dipanjatkan agar ilmu yang diperoleh para santri menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta menguatkan khidmah mereka kepada agama, bangsa, dan negara. Suasana khidmat kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan lantunan selawat bersama santri serta alumni.

Related Articles

Artikel baru