Hadirkan Ulama Timur Tengah, Ponpes Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta Memperkuat Jejaring Keilmuan Internasional

Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta terus mempertegas komitmennya dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam yang berorientasi pada kedalaman keilmuan, keteraturan pembinaan, penguatan sanad, serta perluasan jejaring akademik pada tingkat internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan ilmiah dan keagamaan dengan menghadirkan salah seorang ulama Timur Tengah, Syekh Abdussalam bin Muhammad Al-Umari dari Al-Baido, Yaman, pada Selasa malam, 28 Juli 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung secara khidmat dan sarat dengan nilai-nilai spiritual. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad ﷺ dan Qasidah Burdah yang diikuti oleh jajaran pengasuh, santri, wali santri, serta masyarakat. Lantunan selawat dan syair pujian kepada Rasulullah ﷺ tidak hanya membangun suasana religius, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat kecintaan, penghormatan, dan keteladanan terhadap pribadi Nabi Muhammad ﷺ.

Acara selanjutnya diisi dengan sambutan Ketua Yayasan, Ustaz Wassim Ahmad Fahruddin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kehadiran Syekh Abdussalam bin Muhammad Al-Umari merupakan suatu kehormatan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta. Kunjungan tersebut juga dipandang sebagai bagian dari langkah strategis pesantren dalam memperluas hubungan keilmuan dengan para ulama, lembaga pendidikan Islam, dan perguruan tinggi di berbagai negara.

Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta didirikan oleh Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha pada Rabu Pahing, 24 Agustus 2022. Sejak awal pendiriannya, pesantren ini dirancang sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan tradisi akademik pesantren, pendalaman kitab-kitab turats, pemeliharaan sanad keilmuan, serta pengembangan kajian keislaman secara terstruktur, sistematis, dan berjenjang.

Dalam proses perkembangannya, pesantren ini telah memiliki tiga program unggulan yang sekaligus menjadi cabang pendidikan takhassus, yaitu Takhassus Fikih Perbandingan Mazhab, Takhassus Tafsir wa Ulumuhu, dan Takhassus Hadis wa Ulumuhu.

Ketiga program tersebut dikembangkan untuk melahirkan santri yang tidak hanya mempunyai kemampuan membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab klasik, tetapi juga menguasai kerangka metodologis setiap disiplin ilmu. Para santri diharapkan mampu memahami keragaman pandangan ulama, menganalisis persoalan keagamaan secara komprehensif, serta merumuskan jawaban yang moderat, argumentatif, kontekstual, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Perkembangan Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta juga memperoleh dukungan dan apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, KH. Ulin Nuha Hafsun. Dukungan tersebut menjadi motivasi penting bagi pesantren untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat sistem pembinaan santri, dan mengembangkan berbagai program keilmuan yang relevan dengan kebutuhan umat dan masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta memberikan apresiasi terhadap ikhtiar pesantren dalam melestarikan tradisi keilmuan Islam, mengembangkan pendidikan berbasis kitab turats, memperkuat pembelajaran Al-Qur’an, serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan ulama maupun lembaga pendidikan Islam dari berbagai negara.

Sebagai bagian dari orientasi pengembangan kelembagaan, Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta secara berkelanjutan memperluas komunikasi, kerja sama, dan kemitraan internasional. Upaya tersebut juga dilakukan melalui perintisan serta penguatan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan ulama internasional, lembaga pendidikan, dan perguruan tinggi di sejumlah negara.

Jaringan kerja sama tersebut mencakup negara-negara yang memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat, antara lain Mesir, Arab Saudi, Maroko, Libya, Yaman, Aljazair, serta sejumlah negara lainnya. Pengembangan jejaring ini diharapkan mampu mempertemukan tradisi keilmuan pesantren Nusantara dengan berbagai pusat studi Islam di tingkat global.

Kerja sama internasional yang dibangun tidak semata-mata bersifat seremonial, tetapi diarahkan pada pelaksanaan program-program yang mempunyai dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kapasitas para santri. Bentuk kerja sama tersebut meliputi penguatan sanad keilmuan, kunjungan dan pertukaran ulama, penyelenggaraan kuliah tamu, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi bahasa Arab, pertukaran wawasan akademik, serta pembukaan akses pendidikan lanjutan bagi santri di berbagai pusat keilmuan Islam dunia.

Dalam ceramahnya, Syekh Abdussalam bin Muhammad Al-Umari menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta. Beliau mengungkapkan bahwa pesantren tersebut menjadi salah satu lembaga pendidikan yang memberikan kesan mendalam di antara sejumlah pesantren yang pernah dikunjunginya.

Menurut Syekh Abdussalam, kesan tersebut terutama didasarkan pada kedetailan materi pembelajaran, keteraturan sistem pendidikan, serta kesungguhan pesantren dalam melaksanakan pembinaan keilmuan secara terencana, sistematis, dan berjenjang. Penataan program pendidikan yang jelas dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam membentuk kualitas keilmuan dan karakter para santri.

Syekh Abdussalam juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan kajian Al-Qur’an. Beliau menyampaikan kekagumannya karena para santri tidak hanya mempelajari disiplin-disiplin dasar keislaman, tetapi juga mendapatkan pembelajaran Qirā’āt Sab‘ah dan Qirā’āt ‘Asyarah.

Pengajaran ilmu qirā’āt tersebut mencerminkan keseriusan pesantren dalam menjaga kekayaan intelektual Al-Qur’an sekaligus melestarikan tradisi keilmuan yang diwariskan secara berkesinambungan oleh para ulama. Program tersebut juga menunjukkan perhatian pesantren terhadap ketepatan bacaan, kedalaman pemahaman Al-Qur’an, otoritas sanad, serta keberlanjutan metode talaqqi dan musyafahah dalam proses pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Syekh Abdussalam menyampaikan wasiat kepada para santri agar setiap penuntut ilmu membangun kepribadiannya berdasarkan enam akhlak utama, yaitu himmah, adab, tawaduk, ikhlas, husnuzan, dan meninggalkan maksiat.

Himmah merupakan semangat, tekad, dan cita-cita yang tinggi dalam menuntut ilmu. Adab merupakan sikap hormat dan tata krama kepada Allah, Rasulullah ﷺ, guru, orang tua, ilmu, serta sesama manusia. Tawaduk adalah kerendahan hati yang harus tetap dijaga meskipun seseorang mempunyai ilmu, kemampuan, atau kedudukan.

Ikhlas berarti menempatkan keridaan Allah sebagai orientasi utama dalam proses belajar dan beramal. Husnuzan merupakan sikap berprasangka baik kepada Allah dan sesama manusia. Adapun meninggalkan maksiat merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan hati, karena hati yang bersih akan lebih mudah menerima ilmu dan memperoleh keberkahan dari Allah.

Wasiat tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan santri tidak hanya diukur berdasarkan banyaknya kitab yang telah dipelajari maupun jumlah hafalan yang dikuasai. Keberhasilan pendidikan juga harus tercermin dalam kematangan spiritual, kemuliaan akhlak, kedisiplinan, ketekunan belajar, kerendahan hati, serta kemampuan mengendalikan diri dari berbagai perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.

Kehadiran Syekh Abdussalam bin Muhammad Al-Umari pada 28 Juli 2026 menjadi momentum penting dalam perjalanan kelembagaan Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta. Kegiatan tersebut memperkuat posisi pesantren sebagai institusi pendidikan Islam yang berakar pada tradisi keilmuan pesantren Nusantara, sekaligus mempunyai orientasi terbuka dalam membangun kolaborasi dengan ulama, universitas, dan pusat-pusat keilmuan Islam di tingkat internasional.

Dengan tiga program takhassus yang telah dikembangkan, dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, serta perluasan komunikasi, kerja sama, dan MoU dengan berbagai lembaga di luar negeri, Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat sanad keilmuan.

Melalui berbagai ikhtiar tersebut, pesantren diharapkan mampu memperluas wawasan akademik para santri serta melahirkan generasi ulama yang memiliki kedalaman ilmu, kemuliaan akhlak, keteguhan dalam menjaga tradisi keislaman, kemampuan merespons perkembangan zaman, dan wawasan internasional.

Related Articles

Artikel baru