UEA Jadi Donor Kemanusiaan Terbesar ke-3 Dunia, Namun Dihadapkan Kritik soal Gaza

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab — Uni Emirat Arab (UEA) ditahbiskan sebagai donor kemanusiaan terbesar ketiga di dunia pada tahun 2025, setelah memberikan bantuan global sebesar US$ 1,46 miliar, seperti yang dikemukakan dalam laporan Financial Tracking Service (FTS) dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA).

Menurut laporan dari Times of India, kontribusi ini menjadikan UEA salah satu negara dengan sumbangan internasional terbesar, baik dari sisi angka maupun persentase terhadap total bantuan kemanusiaan dunia.

Komitmen Bantuan Global

Kontribusi UEA tersebut meliputi paket bantuan darurat berupa

  • makanan
  • obat-obatan
  • tempat tinggal darurat
  • dukungan logistik dan operasional ke daerah-daerah dilanda bencana dan konflik.

Selain bantuan darurat, UEA juga memberikan dana untuk program pemulihan jangka panjang yang terfokus pada sektor

  • kesehatan
  • pendidikan
  • energi
  • pembangunan berkelanjutan.

Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan “komitmen UEA untuk memberikan bantuan cepat, efektif, dan menyeluruh kepada masyarakat yang membutuhkan.”

Penerima Utama Bantuan

Beberapa negara menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan, termasuk berbagai wilayah yang mengalami konflik dan krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung stabilisasi, pemulihan layanan dasar, serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Peran Strategis UEA di Kancah Global

Predikat sebagai donor kemanusiaan terbesar ketiga di dunia menegaskan posisi strategis UEA dalam diplomasi kemanusiaan. Negara di kawasan Teluk ini menempatkan dirinya sebagai pemain penting dalam solidaritas internasional, serta memperluas perannya dalam hubungan global melalui saluran bantuan kemanusiaan.

Tuduhan Peran Ganda UEA di Gaza

Namun, di balik citra dermawan yang mereka tunjukkan, UEA mendapatkan kritik terkait peran ganda mereka di Gaza. Beberapa pihak berpendapat bahwa bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh UEA juga berfungsi untuk mendukung agenda politik strategis mereka:

Media internasional seperti Le Monde mengungkapkan bahwa UEA tidak hanya memberikan donasi yang signifikan, tetapi juga memiliki kepentingan dalam proses rekonstruksi Gaza yang dapat menguntungkan posisi geopolitik mereka.

UEA diundang untuk peran stabilisasi pasca konflik, tetapi menolak intinya bergabung dengan misi stabilisasi internasional di Gaza karena “kerangka hukum belum jelas”.

Kritikus juga menyebut bahwa UEA menggunakan bantuan sebagai “soft power” untuk memperkuat pengaruh di Gaza, terutama melalui hubungan dengan tokoh-tokoh lokal atau rival politik dalam tubuh kepemimpinan Palestina.

UEA diundang untuk berperan dalam stabilisasi setelah konflik, namun mereka menolak untuk benar-benar terlibat dalam misi stabilisasi internasional di Gaza dengan alasan bahwa “kerangka hukum belum jelas”.

Para kritikus juga mencatat bahwa UEA memanfaatkan bantuan sebagai “soft power” untuk memperkuat pengaruh mereka di Gaza, terutama melalui hubungan dengan tokoh lokal atau kompetitor politik di dalam kepemimpinan Palestina.

Referensi

https://www.lemonde.fr/en/international/article/2025/03/24/the-united-arab-emirates-triple-game-in-gaza_6739457_4.html, diakses 21 November 2025.

https://www.theguardian.com/world/2025/nov/10/uae-says-it-will-not-join-gaza-stabilisation-force-without-clear-legal-framework, diakses 21 November 2025.

https://timesofindia.indiatimes.com/world/middle-east/uae-named-as-world-3rd-largest-humanitarian-donor-in-2025-with-1-46-billion-in-global-relief/articleshow/125478341.cms , diakses 21 November 2025.

Related Articles

Artikel baru