15 April
LUKISAN HITAM
pada 1828 Francisco de Goya meninggal dalam pengasingan.
terus menerus dikacau oleh Inkuisisi, ia terpaksa lari ke Prancis.
menjelang saat kematiannya, di antara gumaman yang sulit ditangkap, Goya berbicara tentang rumah tercintanya di pinggiran Madrid, di tepian Sungai Manzanares. di sana, dilukis di tembok-temboknya, adalah karya terbaiknya, karya yang paling personal.
setelah kematiannya rumah itu beberapa kali dijual-beli, termasuk lukisan dan semua isi rumah lainnya, sampai akhirnya karya-karya tersebut dipindahkan dari dinding ke kanvas.
Lukisan-lukisan itu dipajang di Eksposisi Paris untuk dijual. tak seorang pun melongok, apalagi membeli, nubuat ganas tentang abad mendatang, di mana warna sedih pembantaian dan horor menampakkan wajah telanjangnya.
museum Prado juga tidak bersedia membeli, dan pada 1882 lukisan-lukisan itu masuk ke dalam museum sebagai sumbangan.
sekarang, di museum itu, “lukisan-lukisan hitam” itu termasuk yang paling banyak dikunjungi.
“saya melukisnya untuk diriku sendiri,” ujar Goya.
ia tidak tahu bahwa ia menorehkan lukisan-lukisan itu untuk kita.
Keterangan: Diterjemahkan oleh Wardah Hafidz, dimuat atas izin penerjemah.

