15 Januari
SEPATU
pada 1919 Rosa Luxemburg, pegiat revolusi, dibunuh di Berlin.
pembunuhnya menghantamnya dengan pukulan tongkat kayu dan tembakan senapan lalu melemparnya ke kanal.
saat hanyut, satu sepatunya lepas.
seseorang mengambil sepatu tersebut, yang kemudian tercampak di lumpur.
Rosa merindukan sebuah dunia di mana keadilan tidak boleh dikorbankan atas nama kebebasan, dan kebebasan tidak bisa dikorbankan atas nama keadilan.
setiap hari, seseorang mengangkat panji mimpi Rosa itu.
panji itu tercampak di lumpur, seperti sepatu itu.
Keterangan: Diterjemahkan oleh Wardah Hafidz, dimuat atas izin penerjemah.

