7 Januari
Roy Sullivan, seorang pengawas hutam Vurginia, lahir pada hari ketujuh bulan ini di tahun 1912, dan sepanjang tujuhpuluh tahun hidupnya ia selamat dari tujuh sambaran petir:
pada 1942 petir menanggalkan satu jari kaki.
pada 1969 sambaran satu lagi menghanguskan bulu mata dan alisnya.
pada 1970 sambaran ketiga membuat pundak kirinya gosong.
pada 1972 sambaran membuatnya botak.
pada 1973 satu sambaran lagi membakar kedua kakinya.
pada 1976 sambaran membuat pergelangan kakinya luka parah
pada 1977 sambaran ketujuh membakar dada dan perutnya.
tetapi sambaran petir yang memecahkan batok kepalanya bukan berasal dari langit.
orang bilang itu berasal dari seorang perempuan. satu kata yang dia ucapkan, atau tidak ucapkan.
konon begitu kata orang.
8 Januari
SAYA TIDAK AKAN MENGUCAPKAN SALAM PERPISAHAN
pada 1872, atas perintah presiden Ekuador, Manuela León dihukum mati.
dalam dekritnya presiden menyebutnya “Manuel,” supaya tidak ada bukti bahwa lelaki terhormat seperti dirinya mengirim seorang perempuan, perempuan Indian bodoh lagi, ke regu penembak.
Manuela membangkitkan kota dan negeri, membuat massa Indian melawan, menolak kerja paksa dan sistem upeti. seolah semua itu belum cukup, Manuela juga telah dengan kurangajar menantang Letnan Vallejo, seorang pejabat pemerintah, untuk duel, disaksikan dengan terpana oleh para serdadu bawahan kolonel; dalam pertempuran terbuka itu tombak Manuela mempermalukan pedang kolonel.
ketika saatnya tiba, hari terakhir hidupnya, Manuela menghadapi regu tembak tanpa kain penutup mata. ketika ditanya apakah ada pesan terakhir, ia menjawab dalam bahasa ibunya:
“manapi.”
“tidak ada.”
9 Januari
ELEGI UNTUK KECERGASAN
hari ini di Philadelphia di tahun 1776, edisi pertama Common Sense terbit.
Thomas Paine, pengarangnya, menegaskan bahwa kemerdekaan tidak lain adalah akal sehat. dia mengacu kepada bagaimana hinanya menjadi koloni dan bagaimana menggelikannya monarki yang berdasar keturunan, yang bisa diumpamakan seperti memahkotai keledai sebagai singa.
buku 48 halaman itu beredar lebih cepat dari aliran air atau tiupan angin, dan menjadi salah satu pemicu lahirnya kemerdekaan AS.
pada tahun 1848, Karl Marx and Friedrich Engels menulis duapuluh tiga halaman Manifesto Komunis, yang dibuka dengan peringatan, “sebuah momok sedang menghantui Eropa. . . . ” tulisan itu ternyata menjadi buku paling berpengaruh bagi revolusi-revolusi di abad keduapuluh.
duapuluh enam halaman Indignez-vous!, yang diterbitkan oleh Stéphane Hessel pada 2011, merangkum dari mulai tuntutan sampai kemarahan. sedikit kata itu telah membantu meledakkan gempa protes di sejumlah kota. selama berhari2 dan bermalam2, ribuan orang yang murka membanjiri jalanan dan lapangan melawan kediktatoran bankir dan para pemantik perang dunia.
Keterangan: Diterjemahkan oleh Wardah Hafidz, dimuat atas izin penerjemah.

