Pesantren Pelajar–Mahasiswa (PPM) Aswaja Nusantara Mlangi melaksanakan agenda yang berbeda di bulan Ramadhan ini, yakni workshop public speaking “Speak with Meaning: Teknik Public Speaking Islami,” untuk para santri yang “pasan”. Di tengah budaya komunikasi yang serba cepat, status singkat, komentar pendek, debat tak selesai, PPM Aswaja Nusantara menawarkan pelatihan yang menekankan satu hal, yakni kata-kata merupakan instrumen membangun makna, menata nalar, dan menjaga adab. Workshop ini dirancang untuk membantu peserta berbicara lebih jernih, lebih tertata, dan lebih berdampak, tanpa kehilangan ruh etika.
Kegiatan ini menghadirkan Fanny Fauzi Hanifunn’am, M.Psi (edutraining.id) sebagai pemateri. Materinya tidak berhenti pada “cara bicara yang enak didengar”, tetapi merambah ke teknik yang lebih mendasar, bagaimana menyusun pesan agar tidak melebar, bagaimana mengambil perhatian audiens sejak pembuka, serta bagaimana merawat kredibilitas pembicara lewat pilihan kata yang tepat. Dalam kerangka “public speaking Islami”, peserta juga diajak memandang komunikasi sebagai amanah, bahwa yang disampaikan harus bisa dipertanggungjawabkan, tidak menyakiti, dan menguatkan, bukan sekadar memenangi perdebatan.

Workshop ini telah berlangsung selama tiga hari (Senin, Selasa, Rabu) pada minggu pertama dan kedua Ramadhan, pukul 13.00–14.30 WIB, bertempat di Musholla PPM Aswaja Nusantara. Sesi terakhir telah dilaksanakan pada Rabu, 04 Maret 2026, pukul 13.00 sd 15.00 wib.

Melalui pelatihan ini, PPM Aswaja Nusantara Mlangi ingin memperluas manfaat Ramadhan. Ramadhan bukan hanya memperbanyak ritual, tetapi juga memperhalus keterampilan sosial yang dibutuhkan di ruang publik. Harapannya, peserta pulang membawa bekal yang bisa langsung dipakai, untuk dakwah, presentasi akademik, kepemimpinan organisasi, maupun komunikasi sehari-hari, dengan satu prinsip kunci, berbicara seperlunya, jelas arahnya, dan terasa maslahatnya. Dalam lanskap komunikasi yang sering dibingungkan oleh opini kabur, workshop ini menawarkan latihan penting, menjadikan tutur sebagai jalan menebar makna.

Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta ini, yang terdiri dari para santri yang pasan di PPM Aswaja Nusantara. Seri materi 6 sesi akan dimuat secara berseri.

