15 Maret
SUARA-SUARA MALAM
saat fajar hari ini di tahun 44 SM, Calpurnia terbangun menangis.
ia bermimpi suaminya ditikam dan sekarat di pelukannya.
Calpurnia menyampaikan mimpinya ke suaminya, dan masih sambil terisak memohon agar suaminya tidak pergi, karena di luar rumah kuburan menunggunya.
dia yang penguasa agung, diktator seumur hidup, prajurit ilahi, dewa tak terkalahkan, tak mungkin memperhatikan mimpi seorang perempuan.
Julius Caesar mendorong Calpurnia, istrinya, ke samping dan melangkah ke Senat Romawi, menemui kematiannya.
Keterangan: Diterjemahkan oleh Wardah Hafidz, dimuat atas izin penerjemah.

