Children of The Days (46)

24 Februari

PELAJARAN TENTANG REALISME

pada tahun 1815 Napoleon Bonaparte melarikan diri dari penjara di pulau Elba dan bergerak untuk merebut kembali tahtanya. 

mulai ia bergerak, diiringi oleh serdadu yang jumlahnya terus bertambah, sementara tentara resmi pemerintah, Le Moniteur Universel, bersumpah bahwa rakyat Prancis rela mati demi melindungi Raja Louis XVIII. koran berita menulis bahwa Napoleon telah “menodai dan memerkosa tanah air,” menyebutnya “penjahat asing, perebut kekuasaan, pengkhianat, sumber bencana, kepala bandit, musuh Prancis yang telah mengotori negeri, sehingga ia diusir darinya,” dan mengumumkan: “ini akan menjadi kegilaannya yang terakhir.”

pada akhirnya raja melarikan diri, tak seorangpun rela mati untuknya, dan Napoleon menduduki kembali tahtanya tanpa menembakkan satu peluru pun. 

koran yang sama menulis: berita gembira kepulangan Napolean kembali ke ibukota telah menimbulkan ledakan kegembiraan yang luas dan serentak, orang-orang berpelukan, sorak sorai untuk sang Kaisar memenuhi udara, air mata kebahagiaan menggenangi mata semua orang, semua bersukacita untuk kepulangan sang pahlawan Prancis, dan bersumpah memberikan kesetiaan yang tulus kepada Yang Mulia Kaisar.

Keterangan: Diterjemahkan oleh Wardah Hafidz, dimuat atas izin penerjemah.

Related Articles

Artikel baru