Yogyakarta—Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPM) Aswaja Nusantara, Mlangi–Yogyakarta, menyiapkan rangkaian agenda “Posonan” selama Ramadan 2026. Program ini dirancang sebagai “20 hari Menuju Hati, Fikiran, dan Raga menjadi Lebih Baik”, dengan susunan kegiatan yang memadukan ibadah harian, penguatan tradisi ngaji kitab, pelatihan tilawah, hingga lokakarya keterampilan berbicara dan literasi AI untuk riset serta menulis.

Agenda ini ditujukan bagi santri, pelajar-mahasiswa, jamaah yang beraktivitas di lingkungan PPM Aswaja Nusantara, dan maysrakat luas. Seluruh kegiatan berpusat di Komplek PPM Aswaja Nusantara, gabungan offline, online, dan hybrid, dengan informasi pendaftaran dan koordinasi melalui narahubung Fathul di +62 831-4707-2675. Penyelenggara juga menyediakan QR code pada flyer untuk memudahkan akses informasi lokasi dan detail kegiatan.
Ibadah dan Tradisi Keilmuan sebagai Poros Utama
Dalam susunan program, kegiatan harian menjadi nadi penggerak. Setiap hari, santri dan jamaah dijadwalkan mengikuti Sholat Tarawih dan Tadarus Al-Qur’an di Komplek PPM Aswaja Nusantara. Selain berfungsi sebagai penguatan spiritual Ramadan, sesi tadarus diposisikan sebagai ruang disiplin kolektif, yakni membiasakan santri merawat ritme ibadah sekaligus memperdalam taqorrub dengan Al-Qur’an secara berkelanjutan.
Di saat yang sama, PPM Aswaja Nusantara meneguhkan tradisi “posonan” yang lazim di banyak pesantren dengan ngaji kitab secara intensif. Pada agenda ini, Ngaji Kitab Posonan digelar sehari tiga kali. Pola tiga sesi sehari tersebut memberi ruang belajar yang padat dan terukur. Santri diajak untuk “mengkhatamkan kitab”, sekaligus melatih ketekunan membaca, menyimak, dan memahami teks, dengan tantangan utama menjaga fokus di tengah ritme puasa dan aktivitas akademik.

Kepadatan ngaji kitab ini, dalam praktik pesantren, biasanya menjadi momen “pemadatan makna.” Santri mengulang kaidah, memperkuat dasar-dasar, serta menautkan pembahasan kitab dengan problem keseharian. Dengan model tiga kali sehari, posonan menjadi latihan kebiasaan baik dan konsistensi berpikir sekaligus pembentukan karakter belajar yang rapi, sabar, dan tahan godaan distraksi.
Dari Mimbar ke Ruang Publik: Workshop Public Speaking Islami
Selain pilar ibadah dan ngaji, PPM Aswaja Nusantara memasukkan agenda penguatan keterampilan komunikasi. Seminggu tiga kali, yakni Senin, Selasa, dan Rabu pukul 13.00–14.30 WIB, digelar workshop bertajuk “Speak with Meaning: Teknik Public Speaking Islami”. Kegiatan ini menghadirkan mentor public speaking kesohor Fanny Fauzi Hanifunnjam, M.Psi, dan dilaksanakan di Komplek PPM Aswaja Nusantara.

Workshop ini diarahkan untuk menjembatani kebutuhan santri dan pelajar-mahasiswa yang kian sering tampil di ruang public. Mulai dari presentasi kelas, forum organisasi, hingga panggung dakwah. Penekanan “speak with meaning” mengisyaratkan bahwa keterampilan berbicara tidak semata perkara vokal dan keberanian, namun juga terkait soal ketepatan pesan, ketertiban logika, dan etika penyampaian.
Dalam konteks pesantren, kemampuan public speaking sering bersentuhan dengan kebutuhan praktis. Menyampaikan ceramah, memandu acara, atau menyusun narasi keumatan yang menyejukkan. Workshop tiga kali sepekan ini berpotensi menjadi laboratorium sosial latihan yang konsisten, membiasakan peserta menata struktur pembukaan, menyampaikan inti pesan secara padat, hingga menutup dengan kesan yang kuat tanpa kehilangan adab.
Pelatihan Qiro’ah: Menguatkan Tradisi Seni Baca Al-Qur’an
Agenda berikutnya adalah Pelatihan Qiro’ah yang dijadwalkan seminggu dua kali, yakni Kamis dan Sabtu malam, bertempat di Komplek PPM Aswaja Nusantara. Pelatihan ini melengkapi kegiatan tadarus harian dan dilaksanakan setelah tadarrus rutin bakda tarawikh. Jika tadarus menekankan kontinuitas membaca, qiro’ah menekankan kualitas, mulai dari tajwid, ketepatan makharijul huruf, ritme, dan adab tilawah.
Bagi banyak santri, pelatihan qiro’ah sering menjadi ruang pembentukan “rasa” dalam membaca Al-Qur’an: bagaimana membunyikan ayat dengan tepat sekaligus indah, tanpa berlebihan. Penempatan jadwal pada malam hari juga memberi ruang setelah aktivitas harian, sekaligus menempatkan latihan sebagai “penutup” hari yang menenangkan.
Dua Sesi Ngaji AI: Integritas Akademik dan Strategi Menulis
Yang menarik, agenda posonan ini juga membuka ruang pembahasan isu kontemporer yang dekat dengan dunia kampus. Terdapat program “Ngaji AI Untuk Riset dan Menulis” yang digelar dua kali selama Ramadan. Pada flyer tercantum jadwal 26 Februari 2026, ba’da Tarawih dan 5 Maret bakda jum’at, dengan dua fokus materi:
- “AI dan Integritas Akademik” bersama Dr. Khabib Musthofa, ilmuwan IT UGM.
- “Memanfaatkan AI untuk Riset dan Menulis” bersama Dr. Falikul Isbah, dosen dan penulis dari Fisiplo UGM.

Kehadiran tema AI di tengah agenda Ramadan menunjukkan upaya PPM Aswaja Nusantara untuk mengaitkan spiritualitas dengan tantangan akademik yang nyata. Materi integritas akademik menempatkan AI ujian etika: bagaimana menggunakan memiliki implkasi serius, yakni ujian etis, bagaimana menggunakan teknologi tanpa menabrak kejujuran ilmiah, tanpa menormalisasi plagiarisme, dan tanpa mengaburkan batas antara “dibantu” dan “diwakili” oleh mesin.
Sementara itu, materi pemanfaatan AI untuk riset dan menulis memberi penekanan pada sisi produktif. Bagaimana AI diposisikan sebagai asisten untuk membantu pemetaan literatur, perumusan kerangka, penyuntingan bahasa, atau pembacaan ulang argumentasi dengan tetap menjaga kendali intelektual pada penulis. Dengan format “ngaji”, isu AI ini diajak masuk ke tradisi pesantren. Dibahas secara tertib, ditimbang maslahat-mudaratnya, dan diarahkan pada pemanfaatan yang bertanggung jawab.
Penutupan: Nuzulul Qur’an dan Muwada’ah
Rangkaian agenda ditutup pada 10 Maret 2026, ba’da Tarawih, melalui kegiatan Peringatan Nuzul Qur’an dan Muwada’ah, bersama Ilen Iffah Naf’atu Fina, Ph.D (Cand), kandidat doctor AS. Penutupan ini menandai dua hal sekaligus yaitu peringatan turunnya Al-Qur’an sebagai pusat makna Ramadan, dan “muwada’ah” sebagai momen pamitan menutup rangkaian posonan dengan refleksi dan penguatan tekad.

Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi ruang evaluasi suasana batin. Apa yang berubah setelah puluhan hari disiplin ibadah, rutinitas ngaji, latihan qiro’ah, hingga penguatan kapasitas akademik. Dalam bahasa pesantren, muwada’ah menjadi momen untuk menyusun niat baru agar latihan Ramadan menjadi bekal kebiasaan.
5W + 1 H Pasan di PPM Aswaja
- PPM Aswaja Nusantara (Pesantren Pelajar Mahasiswa Aswaja Nusantara), dengan pemateri: Fanny Fauzi Hanifunnjam, M.Psi; Dr. Khabib Musthofa; Dr. Falikul Isbah; Ilen Iffah Naf’atu Fina, Ph.D.
- Agenda “Posonan” Ramadan: tarawih-tadarus, ngaji kitab posonan, workshop public speaking Islami, pelatihan qiro’ah, ngaji AI untuk riset-menulis, dan penutupan Nuzulul Qur’an dan muwada’ah.
- Selama Ramadan 2026; jadwal khusus: Workshop (Senin–Rabu 13.00–14.30 WIB), Qiro’ah (Kamis & Sabtu malam), Ngaji AI (26 Februari 2026 ba’da Tarawih), Penutupan (10 Maret 2026 ba’da Tarawih).
- Komplek PPM Aswaja Nusantara, Mlangi, Yogyakarta.
- Mendorong perbaikan hati, pikiran, dan raga dalam 20 hari Ramadan melalui kombinasi ibadah, tradisi keilmuan pesantren, keterampilan komunikasi, dan literasi teknologi.
- Dengan paket kegiatan berjenjang: harian (tarawih-tadarus), intensif (ngaji kitab 3 kali sehari), rutin mingguan (workshop dan qiro’ah), tematik (ngaji AI), lalu puncak penutupan (Nuzulul Qur’an dan muwada’ah).
Informasi Kegiatan
Agenda “Posonan” Ramadan 2026 ini diselenggarakan di Komplek PPM Aswaja Nusantara, Mlangi–Yogyakarta. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui narahubung Fathul di +62 831-4707-2675 atau melalui kode QR pada flyer kegiatan.

