Ketika Tuhan Tertawa

Semalam Usman bermimpi

Mendengar tawa terbahak

Nyaring bikin telinga pekak

Suara siapakah gerangan?

Usman bingung

Bukan senang

Bukan gembira

Bukan bahagia

Tawa menertawai

Hei yang tertawa, kau itu siapa?

Usman bingung hampir gila

Tak ada sepatah pun jawaban

Tawa semakin lantang

Ha Ha Ha Ha Ha Ha

Kau siapa?!

Ia kesal

Si Usman

Hei Usman!

Apa yang kau kesalkan

Tanpa aku kau tiada

Kucipta pemulamu dari segumpal lempung

Lalu kucipta pendamping dari bagian dirinya

Apakah Engkau Sang Pencipta?

Tuhankah?

Tersadar takut Usman bertanya gagap

Mengapa Kau tertawa?

Bingung tiga perempat gila

Kutertawa melihat dirimu

Bangsamu

Negaramu

Pemimpinmu

Apakah kami lucu?

Sehingga Kau tertawa

Apakah kami hina?

Sehingga Kau tertawai

Kutertawa lihat kamu yang lupa berkaca

Kutertawa lihat bangsamu yang lupa pakai mata

Kutertawa lihat negaramu yang lupa keadilan

Kutertawa lihat pemimpinmu yang lupa menyejahterakan rakyatnya

Dan kutertawai rakyatnya yang lupa punya kepala

Usman terpana bisu

Tak sanggup sepatah pun berkata

Sampai matari pagi menyinari mata

Harsa Permata
Harsa Permata
Alumni Filsafat UGM, Dosen di berbagai universitas di Yogyakarta.

Related Articles

Artikel baru