Kolaborasi Strategis PP KAGAMA dan Pesantren  untuk Negeri

Yogyakarta, 13 September 2025 – Di tengah dinamika pembangunan bangsa yang semakin kompleks, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di garda depan pengabdian masyarakat. Melalui sebuah webinar bertajuk “Menguatkan Pesantren, Membangun Negeri”,  PP KAGAMA mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandeng tangan memperkuat peran pesantren sebagai pilar pendidikan, keadilan sosial, sekaligus penggerak kemandirian ekonomi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh PP KAGAMA, sebuah wadah alumni Universitas Gadjah Mada yang selama ini dikenal aktif menggerakkan program-program pengabdian masyarakat di berbagai sektor. Dalam webinar tersebut, PP KAGAMA tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga motor penggerak yang menjembatani gagasan akademisi, praktisi, dan komunitas pesantren.

Acara berupa webinar ini bertajuk“Menguatkan Pesantren, Membangun Negeri”. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk merumuskan strategi pemberdayaan pesantren agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, melainkan juga mampu berperan sebagai agen pembangunan berkelanjutan dan mewujudkan keadilan sosial.

Webinar berlangsung pada Sabtu, 13 September 2025, pukul 15.30–17.30 WIB, yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, sehingga dapat menjangkau partisipan dari berbagai penjuru Indonesia, tanpa dibatasi ruang dan jarak. Dengan pendekatan digital, PP KAGAMA memastikan bahwa gagasan besar untuk negeri ini bisa diakses lebih luas.

Pesantren dipandang sebagai institusi yang strategis. Selama ratusan tahun, pesantren telah melahirkan generasi bangsa yang berkarakter, religius, berilmu, dan berintegritas. Namun, di era disrupsi, tantangan yang dihadapi pesantren semakin beragam, dari keterbatasan sumber daya ekonomi hingga kebutuhan transformasi digital. PP KAGAMA meyakini, memperkuat pesantren berarti memperkuat sendi-sendi bangsa. Dengan memberdayakan pesantren, Indonesia dapat menghadirkan model pembangunan berbasis nilai, yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bertumpu pada keadilan sosial serta menjunjung keberlanjutan sosial dan budaya.

Webinar ini mengundang narsum dari  pesantren, pemerintah, praktisi pendidikan, serta akademisi yang memiliki komitmen untuk membangun negeri. Melalui dialog interaktif, para peserta diharapkan dapat merumuskan langkah konkret, seperti program pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren, digitalisasi manajemen pesantren, hingga penciptaan ekosistem ekonomi mandiri berbasis komunitas pesantren.

Acara ini bukan sekadar forum diskusi. Ia merupakan refleksi dari cita-cita luhur kebangsaan, yakni membangun negeri dengan bertumpu pada akar budaya dan kearifan lokal. Pesantren, yang selama ini mungkin dianggap “tradisional”, justru menyimpan potensi luar biasa untuk menjadi katalis perubahan. Dengan dukungan ilmu pengetahuan modern dan jejaring alumni UGM yang luas, pesantren dapat menjelma menjadi pusat inovasi sosial dan ekonomi yang inklusif.

PP KAGAMA menunjukkan bahwa membangun negeri bukanlah monopoli negara semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Webinar ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi strategis dapat menyatukan visi, menggerakkan energi, dan melahirkan solusi berkadilan, inklusif, dan berkelanjutan.

Related Articles

Artikel baru